Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Konspirasi Jembatan Selat Sunda

Sudah dari dulu saya mendengar kabar tentang akan dibuatnya JSS ini, dan kalau saya baca dari Tempo online, awal tahun 2014 akan menjadi awal pelaksanaannya. Banyak yang setuju dengan pembangunan jembatan ini, ya, bila kita lihat dengan dibangunnya jembatan ini tentunya akan mempermudah akses antara pulau jawa dan pulau sumatera, hal ini bagus dan tentunya amat menggembirakan bagi beberapa kalangan.

Sisi negatifnya adalah, dengan dibangunnya JSS ini, yang katanya akan menggunakan dana APBN dan sebagian swasta ini maka otomatis orang yang biasanya bergantung hidup lewat pelabuhan akan sedikit mengalami gangguan ekonomi, karena smua beralih ke JSS, juga jangan lupa, Selat Sunda memiliki Gn. Anak Krakatau yang ga bisa dianggap enteng. Sekali ia menggeliat Jembatan di dekatnya bisa hancur. Proyek berdana 200 Triliun ini (diambil dari tempo online) akan habis dalam hitungan menit, bahkan detik itu yang harus diperhatikan.



Selain itu, menurut saya, pembuatan JSS ini kurang penting. Dana besar untuk pembuatannya terlalu egois bila hanya digunakan untuk membangun 1 jembatan saja, walaupun di jembatan tersebut akan dibuat juga jalur kereta. Kenapa tidak bila dana sebesar itu kita gunakan untuk membuat jalur kereta di pulau seperti papua, sulawesi, kalimantan, juga peningkatan kualitas pelabuhan di nusa tenggara barat dan timur.

Kita ini negara kepulauan, tapi kenapa kebanyakan hanya berorientasi pada darat saja? oh ya, pasti karena kita hidup di darat jadi jarang ke laut, mungkin para nelayan dan pelaut kita hrus berbagi cerita mengenai keseharian dan kisah mereka yang berglut di lautan, ah saya jadi ingat kembali, sebuah slogan di tiket kolam renang yang dulu pernah dimiliki teman saya. "Indonesia adalah negara maritim, masa kita tidak bisa berenang?". Yah, ketakutan pada Laut sepertinya. selain itu ingat juga perjuangan pak Habibie yang mau bikin psawat akhirnya ga jadi, padahal strategis sekali di Indonsia yang negara kepulauan, Laut dan udara, dengan begitu transportasi dari sabang sampai merauke bisa lebih maju dibanding sekarang. Andai saja pelabuhan kita memiliki armada yang baik dan bagus, kan asik bisa mancing k tengah laut. kalo sekarang???



The Worst Effect

Dewasa ini dengan bergejolaknya daerah timur, pembangunn JSS akan membawa dampak negatif pula pada masyarakatnya. Oh orang-orang barat ingin membangun Jembatan yang mahal, sementara kami disini untuk BBM saja terbatas dan harganya jauh lbih mahal dari pulau jawa. oh orang pulau jawa tidak pernah memikirkan kami. Tidak seimbang juga sih menurut saya. Selain iu, proyek yang dananya besar ini udah bukan rahasia lagi pasti ada para oknum goblok yang mau mainin ini biar dapet duit (Korupsi). ya beginilah negri kita. dan jangan salahkan juga, hal-hal yang menyangkut pembangunan yangterlalu terkonsentrasi di daerah barat akan membangkitkan semangat para pemberontak unuk selalu memisahkan diri dari NKRI ini.

Kanker Manusia: Transportasi

(Indonesia)


Bagaimanapun juga, rasa gregetlah yang menyebabkan hal ini terjadi.

Ya, bealakangan ini saya agak tergelitik dengan perdebatan yang terjadi di kalangan politisi, mahasiswa, dan masyarakat luas. ini soal kenaikan harga BBM subsidi, oh ya berhubung judulnya Trasportasi, kita bahas soal imbasnya pada transportasi.

Seperti yang kita ketahui, Isu dan rencana kenaikan harga BBM menjadi wacana yang panas bila kita perbincangkan. Di DPR saja, masih menjadi perdebatan asik, yah begitulah.





Bagi rakyat kecil tentunya dengan naiknya harga BBM subsisdi, maka pengeluaran yang sudah sangat hemat sekarang harus diperhemat lagi, kasihan memang, sebaiknya Harga BBM subsidi tidak perlu naik. Namun Tunggu sebentar, Kalau harga BBM subsidi dinaikan, sebenarnya negara kita rugi dan memang agak bodoh juga, sebab dengan terus diberlangsungkannya subsidi, maka uang yang harusnya bisa dipakai untuk program lain, seperti membuka lapangan pekerjaan, bantuan langsung tunai, dll.. nah mengutip pendapatnya Pak Jusuf Kalla bila kita melakukan penaikan harga bbm dari 4500 rupiah ke 6500 rupiah, maka sebanyak 15,53 juta keluarga miskin akan menerima uang tunai Rp 150.000 per bulan selama lima bulan dan kompensasi dalam bentuk program-program lain. Terlihat jauh lebih bijak begini bukan?. (pendapat tersebut diambil dari media kompas online).

Kita fokus pada bagian transportasi. Imbas yang pertama kali diterima adalah Sopir angkutan kota, para masyarakat yang tidak memiliki kendaraan bermotor, masyarakat menengah kebawah yang memiliki kendaraan. dengan begini pengeluaran mereka harus lebih banyak lagi untuk soal transportasi saja, padahal setiap hari tentunya mereka beraktivitas dan pasti melakukan transportasi, kalau dilihat begini jelas sudah menaikan harga sama dengan menyengsarakan rakyat.

Namun kita lihat efek lain apabila harga premium ini naik, maka perminataan pun turun, dengan begini orang akan lebih bijak membeli dan menggunakannya, serta bisa berdampak dengan pengurangan jumlah kendaraan di jalanan, yang bagi sebagian kota merupakan masalah yang sulit diatasi. Fenomena Kemacetan memang mengerikan.

Tawaran Solusi





Ada beberapa solusi yang coba saya tawarkan disini, sebenarnya bila kita lihat mengapa pada masalah transportasi, harga BBM ini merupakan hal yang amat fatal, sebab kita semua memang TERLALU bergantung pada BBM, bisa dilihat dong jarang sekali di kota-kota yang masih memakai Sepeda atau menggunakan kendaraan yang bahan bakarnya bukan minyak. Padahal, kita hidup dizaman dimana teknologi sudah berkembang maju, sangat mudah untuk memanfaatkan bahan bakar lain untuk mengganti minyak, maka kita harus melek dan sadar serta berusaha mengenyahkan ketergantungan pada minyak ini.


Kemudian secara kasar, bila kita semua menggunaka transportasi umum, maka konsumsi bahan bakar kita akan jauh lebih hemat, selain itu, macet yang menjadi stressor terutama di perkotaan akan menghilang. Tapiiiii..... kalau dilihat sejarahnya, mengapa orang-orang beralih ke kendaraan pribadi, ini disebabkan kenyamanan dan keamanan angkutan umum di daerah kita rata-rata jauh dari manusiawi. prinsip yang dipakai itu selama pantat masih muat maka terus aja disebut masih kosong, apalagi banyak yang merokok dalam kendaraan umum, ini jelas bagi banyak orang ga enak banget. Belum lagi ada penetapan tarif semena-mena yang dilakukan oleh banyak sopir. Ada baiknya, justru kita HAPUSKAN sistem angkot, Ganti dengan Bus dan kereta, sebab bila dilihat ini jauh lebih efisien. Kita bisa mencontoh yang dilakukan di Jerman, semua dianjurkan menggunakan kendaraan umum, dan untuk studen yang belajar disana itu dengan bayar 230 euro bisa keliling seluruh negara bagian selama 1 semester tanpa bayar tiket lagi.





Tetapi kasihan para sopir dong, ini bukan Jerman, Bagaimana masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari terminal dan angkot kalau begitu?. memang untuk saat ini tidak bijak bila kita langsung mengganti sistem, kecuali kita punya lapangan pekerjaan lain yang bisa menampung mereka semua. Atau, biarkan tetap ada namun untuk masalah bahan bakar ini yang harus dimanipulasi. bagaimana memanipulasinya? yah penghilangan ketergantungan pada BBM sih kalo mau cepet, tapi tidak mudah.

Konspirasi Transportasi


Saya memiliki teori konspirasi seperti ini, mengapa kita selalu menganggap BBM hal vital. ini karena ada yang mengendalikan kita agar selalu bergantung kepada BBM, Padahal (lagi) bahan bakar bukan cuma minya. Izinkan saya memperkenalkan kembali Teknologi yang disebut Velomobile, ini adalah Teknologi Mobil Bertenaga manusia, atau saya sebut sepeda berkecepatan sama dengan mobil, ini dalan Reader's Digest sudah dari tahun 1980an dibahas. ya, teknologi yang memang sudah berkembang ini juga bagi saya sayang sekali karena faktanya sekarang kebanyakan hanya dikembangkan untuk lomba saja. Kenapa tidak membuat mesih hybrid dari kayuhan dan listrik yang bisa dihasilkan dari kayuhan? nah ini ide gila saya ingin memiliki kendaraan semacam ini. toh ini ramah lingkungan.




Begitulah kanker yang terjadi pada masyarakat, ini baru darat, belum laut dan udara. oh ya soal transportasi ada hal lainlagi. Sejujurnya menanggapi isu ingin dibuatnya jembatan selat sunda, saya agak getek. semoga di tulisan lain bisa membahasnya.

Rabu, 08 Mei 2013

Gravekeeper return

Orang mendengar kata kuburan akan berasumsi macam-macam, mulai dari sebuah band gotik, sebuah temat yang seram, sebuah tempat yang banyak hantunya dan lain-lain, namun kali ini saya akan mencoba membahas di sisi penjaga makan atau Gravekeeper atau orang yang menunggui makam, nah coba untuk kali ini anda bayangkan seperti apakah penjaga makam itu??

mungkin ini (tidak thanya berlaku pada duelist)

atau mungkin ini:

atau mungkin juga ini:

yah macam-macam bukan, namun bukan itu yang akan saya bahas, lalu apa dong? penghuni macam apa? apakah harus ditampilkan gambarnya? sepertinya tidak usah karena bagi orang yang beraktivitas setiap hari dan melewati berbagai jalan raya hal ini sudah menjadi gambaran umum yang diwajarkan oleh masyarakat dan pemerintah.

Yang saya maksud adalah orang-orang sebut saja pengemis yang beroperasi di tempat tak lazim yaitu di pemakaman, sebut saja di heroes cemetery. 

Waktu itu saya dan keluarga sedang mengantarkan maayat kakek saya yang pada hari itu telah dipanggil Yang Maha Kuasa untuk pulang, semua kegiatan dari memandikan, mengkafani dan menguburkan berjalan sesuai dengan sebagaimana mestinya, namun, semua berubah ketika terjadi penyerangan pasca pemakaman.

tidak tahu darimana tapi saya kira penduduk setempat, mulai dari manusia jenis pria dan wanita ada, yang kesemuanya di dominasi oleh anak-anak, kemudian satu persatu dalam formasi 2-2-2-7 (yang 7 di area parkir sekeliling mobil, yang 2 formasi dari lini makam dan terus berantai sepanjang akses menuju gerbang utama) mereka mulai mengemis pada siapa saja yang ada dalam pemakaman tersebut.

........................... .............. .............. ............. ............ ............ ini jujur saya sulit mejelaskan emosi apa yang terjadi pada diri saya ketika menghadapi situasi seperti ini, di satu sisi, saya asik sekali memperhatikan tingkah laku mereka yang baru saya temui, di satu sisi saya bicara dalam hati, "KAMPRET! keluarga gue lagi berduka lu malah bikin ulah, ga punya rasa simpati apa hah!! dasar *tuut* *tuut* *tuut*!!!!!!!!! (karena terlalu vulgar, maka kata2 tersebut disensor)" , asli ini benar-benar membuat shock! Saya terbiasa bertemu dengan pengemis, saya juga kadang memberi, namun baru kali ini saya kesal sekali dengan pengemis-pengemis tersebut.

Yang tambah membuat saya kesal adalah, ketika melihat, bocah-bocah kolaborasi 9saya amat menyayangkan hal ini terjadi, sebab mendidik anak supaya mengemis) dengan pengemis tua juga ada beberapa pengemis anak muda untuk memancing belas kasihan pelayat dan keluarga saya, samar-samar saya mendengar kata seperti ini "..... saya g sekolah pak.. buu.. ntar saya gimana... " dan setelah itu paman saya memberikan mereka beberapa uang, setelah agak jauh saya bisa melihat mereka kegirangan, Jleb! jleb!, pengamen dan orang gila lebih terhormat di mata saya... mau bicara solusi? PENDIDIKAN!! tapi untuk sekarang gimana? HAHAHAHAH!!!! *ceburin kepala ke bak mandi*

Yasudah deh, namanya juga hidup, tanpa kasus begitu mungkin saja ketikan ini ga akan pernah ada :)), dan mungkin saja dengan mengurangnya kasus, para hakim, jaksa, pengacara, aktivis, bakal kehilangan pekerjaannya. 

Jumat, 22 Maret 2013

Bosen, Bete.. (via twitter for iPed)

Semenjak pak Beye menggunakan bayak kata "prihatin", kata ini makin kian meluas pemakaiannya di masyarakat, bukan cuma kata ciyus miapa saja, sepertinya apabila kita menemukan suatu hal unik lalu kita imitasi pada keseharian, seolah kita udah puas banget dan merasa keren.. yakin? enggak juga sih

Contoh lagi kalo dulu saya masih inget kata2 "kita? elo aja kali" nah hal macam itu juga dulu sempet booming, belum termasuk gangmam setail terus sekarang ada haslem seik, sampai iklan sinetron pun ngikutin. eh malah bukan iklan aja, ada beberapa teman saya jg masang link, terus bilang gini "eh laik pidio haslem seik kami eaaa..". nah fenomena Ini malah ngeglobal efeknya dilihat dari beberapa banyak pidio soal hal ini di aplod...

Apa rakyat sudah tak ingat soal cepot? tepak tilu, cimandean, atanapi tarawangsa... mungkin bosen ali ya liat yang gitu2 aja, istilahnya pengen yang baru. terlihat dari makin banyaknya kedai ramen yang rasanya ga jauh beda ama mie ayam atau mie baso, samapai soto mie..

oh mungkin gegara di kita ini banyak yang korupsi, makanya hoream.. dan oh mungkin terlalu banyak alasan sampai saya tak tahu harus ngetikin yang mana :| ( kaki kesemutan)

Sabtu, 16 Maret 2013

Evolusi Humor

Suatu pagi yang dipenuhi bolak-balik ke wc

saya sedang membaca berita di kompos online, dan rupanya selain memberikan informasi ternyata saya serasa dibanjiri lawakan era kini, tentu saja ini membuat saya terhibur, tertawa ngakak, kok bisa?

kebetulan beritanya itu mengenai Higgs Boson, atau istilah lainnya "Partikel Tuhan". serunya disini masih terlihat orang2 yang menganggap dirinya paling benar, terus berdebat dengan diwarnai emosi yang menggebu-gebu terlihat dari capslock yang selalu aktif. ah tapi kolom tersebut masih juga ada orang warasnya, yang memang benar-benar berkomentar.

itulah, sudah menjadi warna yang khas bagi media kita saat ini, sekian dan terima kasih *lari ke wc*

(untuk yang penasaran bisa langsung ke TKP dan saksikan sendiri pertunjukannya)

Jumat, 01 Maret 2013

Galau parkir UPI? Summon Velomobile

yo, kali ini kita bahas soal parkir..

mungkin ini ide ga normal ya, ga tau kenapa.. soal parkir di UPI yang sekarang menetapkan bahwa mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor roda 2 harus memarkirkan motornya di area parkir yang telah disediakan, lalu kendaraan pun tidak boleh berkeliaran (yaelah) dalam kampus. terus mahasiswa ga boleh membawa kendaraan roda 4.

ya masing-masing orang bisa menilai sendiri deh apa dampaknya bagi dirinya, pro dan kontra itu harus ada biar jadi rame ngebahas ni topik, namun disini saya akan mencoba menggalinya dari sudut pandang bukan mahasiswa, bukan satpam, bukan karyawan, bukan rektor ataupun dosen. kita lihat ke masyarakat disekitar dan luar UPI.

buat tukang delivery air galon yah, dosen saya pernah bercerita, bagaimana tukang galon semenjak diberlakukannya parkir seperti ini mulai ogah buat delivery ke UPI, kenapa? kan biasanya dia delivery pke sepeda motor, lalu dikendarai ampe gedung yang mesen lalu angkut deh. nah sekarang coba bayangin kamu ngangkut galon dari parkiran ke FIP ? lumayan berat, sangat menyehatkan. hal ini juga berlaku buat pak pos, atau tukang antar barang, mahasiswa juga.

waktu diskusi ama temen juga memang ada yg pro ma kontra, ada yang ngerasa ga ngaruh juga sih.. tapi ada secercah kegelapan, ketika temen saya menyarankan, "bagaimana kalau disediakan sepeda 3-5 lah tiap fakultas, biar kalo ada nganter barang atau urusan ke gedung lain karyawan atau siapapun bisa lebih efisien" (kurang lebih seperti itu). saya awalnya setuju, namun malang, saya langsung kesurupan ide lain, kenapa ga sekalian aja UPI menyediakan Velomobile untuk urusan angkutan (terserah mau ngangkut apa) dalam kampus?

gambar diambil di  velomobile.no
kan kayaknya bakalan keren gitu om satpam bisa bergaya waktu bertugas pake velomobile.

buat yang belum tau, velomobile itu termasuk HPV(Human-Powered Vehicle) yah, kendaraan bertenaga manusia. soal kecepatan, jangan khawatir, velomobile buatan orang taun 1980 yang pernah masuk majalah reader's digest dan harian St. Petersburg edisi agustus 1980 (lupa tanggal) udah nyampe 60 mph. kalau sekarang? lebih canggih tentunya. bahkan udah ada loh HPV yang digunakan di atas air, bahkan menyelam (walau belum terlalu dalam).



oh ya, berhubung rata-rata velomobile rodanya 3, apa bisa ya ini kita pakai buat ke dalam kampus UPI? :hammer: hahaha tapi saya yakin kok, temen-temen FPTK UPI mampu bikin yang kayak gini (atau udah pernah bikin?). selain itu, buat yang galau mikirin keseimbangan alam, galau soal duit negara yang terus dibakar tiap hari di jalanan, mungkin ini bisa menjadi solusi. sekian dan terima kasih.

(sumber: http://www.ihpva.org http://en.wikipedia.org/wiki/Velomobile )